Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Kapri

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Kacang Kapri – Kacang kapri merupakan tanaman yang familiar bagi rakyat Indonesia dan digunakan sebagai sayur atau bijinya dikonsumsi biasa setelah dikeringkan.

Kacang kapri merupakan tanaman yang tumbuh di tempat yang dingin dengan ketinggian minimal 700 mdpl dan lembab dengan tanah yang subur.

Tanaman ini tidak akan bisa tumbuh pada tanah yang tergenang sehingga apabila menanam tanaman kacang kapri harus memperhatikan keadaan air dan resapan tanah.

Klasifikasi tanaman kacang kapri

Berikut ini adakah klasifikasi tanaman kacang kapri yang memiliki nama latin pisum sativum L.

  • kingdom : plantae
  • sub kingdom : viridiplantae
  • infra kingdom : streptophyta
  • super divisi : embryophyta
  • divisi : tracheophyta
  • sub divisi : spermatophytina
  • kelas : magnoliopsida
  • super ordo : rosanae
  • ordo : fabales
  • famili : fabaceae
  • genus : pisum L.
  • spesies : pisum sativum L.

Morfologi Tanaman Kacang Kapri

  • Akar

Tanaman kacang kapri merupakan tumbuhan berakar tunggang yang memiliki banyak akar leteral silinderis.

  • Batang

Pada tanaman kacang kapri, batang yang dimilikinya tergolong pada batang yang merambat yang panjangnya bisa mencapai panjang 30-150 cm. Karena batang yang dimiliki tanaman kacang kapri sifatnya lemah, maka diperlukan ajir agar dapat menopang perambatan bantang.

  • Daun

Tanaman kacang kapri memiliki daun pinnatus dengan satu hingga tiga pasang anak daun dengan bentuk oval dan berukuran 1-5,5 cm dengan lebar 1-3 cm. Jumlah anak daun pada tiap daun bisa mencapai dua hingga enam helai. Di bagian ujung daun terdapat sulur yang bercabang.

  • Bunga

Memiliki mahkota bunga warna putih atau ungu, bunga tanaman kacang kapri akan tumbuh sendirian atau bergerombol hingga dua sampai tiga buah.

  • Buah

Buah dari tanaman kacang kapri memiliki polong berbentuk pipih, bertangkai pendek serta lurus ataupun lengkung. Buah ini biasanya berukuran 4-15 cm dan memiliki biji yang berjumlah 2-10 biji di tiap buahnya. Biji tanaman kacang kapri bentuknya bulat bertekstur halus dan sedikit berkerut dengan warna hijau kecoklatan.

Budidaya Tanaman Kacang Kapri

Tanaman kacang kapri sangat berguna baik bagian biji, buah ataupun daunnya. Bila Anda tinggal di dataran tinggi, tak ada salahnya mencoba untuk melakukan budidaya tanaman kacang kapri.

Tanaman kacang kapri memerlukan tanah yang gembur serta subur agar bisa tumbuh. Untuk itu, sebelum mulai menanam, maka tanah harus terlebih dahulu digemburkan dengan dicangkul sedalam 30 cm dan tak lupa diberi pupuk kandang.

Setelah tanah diberi pupuk kandang, maka dapat dibuat bedengan dengan lebar kira-kira 80 cm dan lebar parit yang berukuran 20-30cm lalu dibuat lubang tanam dengan jarak 10-15 cm dengan jarak antarbaris lubang sepanjang 50 cm.

Tanaman kacang kapri dikembangbiakkan dengan cara menanam biji kacang kapri. Pada lubang yang telah dibuat, bisa dimasukkan satu hingga dua biji tanaman kacang kapri lalu biji tersebut ditimbun dengan tanah dan diberi sedikit pupuk.

Pemeliharaan tanaman kacang kapri memang tak tergolong mudah. Tanaman kacang kapri membutuhkan pemeliharaan mulai dari penyiangan yang dilakukan sebanyak dua kali saat tanaman kacang kapri berumur tiga dan enam minggu.

Selain itu, tanah yang ditanami kacang kapri harus tetap dijaga agar gembur dan tidak tergenang air karena genangan air dapat merusak bahkan membuat tanaman kacang kapri mati.

Ajir yang digunakan untuk perambatan tanaman kacang kapri dapat dipasang ketika tanaman berusia tiga minggu. Kacang kapri biasanya dapat mulai dipanen ketika berusia tiga bulan. Pemanenan dapat dilakukan sebanyak empat hingga lima kali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *